Amuntai (MTsN 2 HSU) – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN 2 Hulu Sungai Utara (HSU) Siti Lamsinah mengatakan razia dan sanksi diharapkan memberikan dampak positif.
Dikatakannya, madrasah mempuyai Tata Tertib (Tatib), semua warga madrasah sama-sama bertanggung jawab menjaga dan mentaati Tatib tersebut. “Adanya razia dan sanksi bagi pelanggar Tatib diharapkan memberikan dampak positif, siswa menjadi disiplin dan bertanggung jawab,” katanya, Kamis (07/11/24) di madrasah lokasi Sungai Malang dan Tabasan.
Lebih lanjut ditambahkannya, sebagian siswa disiplin saat ada razia tetapi ketika tidak ada razia atau di lain kesempatan mereka kembali melakukan pelanggaran kadang-kadang hanya karena takut bukan untuk mentaati peraturan Tatib sehingga terjadi pelanggaran dilakukan oleh siswa yang sama. “Meski demikian, kita berharap siswa disiplin dan betul-betul mentaati Tatib walaupun pada awalnya hanya takut dari sini akan menjadi patuh,” tambahnya.
Menurutnya, siswa masih melakukan jenis kesalahan/pelanggaran yang sama diantaranya memakai ciput (putri), kuku Panjang, atribut belum lengkap, rambut panjang dengan berbagai macam alasan. “Semoga pelanggaran seperti ini tidak terulang lagi,’’ katanya.
Selanjutnya ditegaskannya, MTsN 2 HSU merupakan salah satu lembaga pendidikan mempunyai Tatib dengan segala sanksi beserta poin-poinnya baik positif maupun negatif. “Peraturan/Tatib harus ditaati, melalui Tatib siswa dapat melakukan pembelajaran dengan tertib dan lancar sesuai dengan harapan,” tegasnya.
Sementara beberapa siswa MTsN 2 HSU M. Abdillah dan yang lainnya menyatakan adanya razia dan sanksi bagi siswa yang melakukan kesalahan dan pelanggaran memberikan dampaf positif agar siswa lebih disiplin, tertib dan segala peraturan terkait dengan pembelajaran seharusnya ditaati. “Kami akan mentaati segala Tatib/peratuaran di madrasah ini agar menjadi siswa yang disiplin, tertib, siap menerima sanksi jika melakukan kesalahan atau pelanggaran dan bertanggung jawab seperti yang diharapkan,’’ pungkas mereka. (Rep/Ft:Salam).

