Amuntai (MTsN 1 HSU) – Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti penilaian praktik simulasi dasar-dasar pertolongan pertama, Rabu (08/10/2025). Kegiatan dilaksanakan pada siang hari saat jam pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5PPRA), kali ini di gelar di Pendopo Madrasah yakni meliputi empat jenis simulasi, yaitu penanganan mimisan, luka ringan, terkilir, dan pingsan.
Penilaian praktik ini merupakan bagian dari kurikulum P5PPRA yang bertujuan membekali siswa dengan keterampilan dasar penanganan kondisi darurat. Setiap kelas dibagi menjadi empat kelompok yang secara bergiliran menuju lokasi guru penilai untuk mendemonstrasikan kemampuan mereka dalam memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kasus yang ditentukan.
Hernayati, guru penilai kelas VIII sekaligus Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian dan kesiapan siswa dalam menghadapi situasi darurat. “Penilaian praktik ini bertujuan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan siswa dalam memberikan pertolongan pertama. Kami ingin memastikan siswa tidak hanya paham secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar. Alhamdulillah, secara keseluruhan siswa menunjukkan antusiasme dan kemampuan yang baik,” ujarnya saat memantau jalannya penilaian.
Para siswa tampak serius menjalankan simulasi dengan bimbingan guru pembimbing P5 masing-masing kelas. Setiap kelompok harus menunjukkan langkah-langkah penanganan yang tepat sesuai dengan jenis kasus yang mereka dapat, mulai dari penilaian kondisi korban hingga pemberian pertolongan yang sesuai prosedur.
Mutia Ramadhani, siswi kelas VIII B yang berperan sebagai korban luka kecil dalam simulasi kelompoknya, mengaku mendapat pengalaman berharga dari kegiatan ini. “Awalnya saya gugup karena harus berperan sebagai korban, tapi ternyata seru dan bermanfaat. Saya jadi tahu bagaimana rasanya menjadi korban dan bagaimana seharusnya penolong memberikan pertolongan dengan tenang dan tepat. Ilmu ini pasti berguna untuk kehidupan sehari-hari,” ungkap Mutia.
Kegiatan penilaian praktik ini berlangsung lancar dan tertib. Para siswa berhasil mendemonstrasikan kemampuan mereka dengan baik di hadapan guru penilai. Ke depan, madrasah berencana untuk terus mengembangkan pembelajaran praktis seperti ini agar siswa memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat, tidak hanya di lingkungan madrasah tetapi juga di masyarakat. (Rep/Ft: Masitah)

