Inovasi Pembelajaran Al-Qur’an Hadis, Siswa MTsN 1 HSU Belajar Hukum Mad Lewat Wawancara

Amuntai (MTsN 1 HSU) –  Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara menerapkan metode pembelajaran kreatif dan interaktif pada mata pelajaran Al-Quran Hadist, Selasa (27/01/2026). Guru Al-Quran Hadist, Darmawati, S.Ag., menggunakan teknik wawancara antar siswa untuk mengajarkan materi Hukum Bacaan Mad kepada siswa kelas VII D.

Dalam pembelajaran tersebut, Darmawati terlebih dahulu menjelaskan gambaran umum tentang hukum bacaan mad beserta jenis-jenisnya. Setelah pemaparan materi, setiap siswa diminta berkeliling kelas untuk melakukan wawancara kepada temannya secara bergantian. Wawancara tersebut mencakup definisi jenis mad, cara mengenalinya, cara membacanya, serta salah satu ayat Al-Quran yang mengandung mad tersebut.

“Metode wawancara ini saya terapkan agar siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi juga aktif berbicara dan berdiskusi dengan teman sebayanya. Dengan cara ini, mereka lebih mudah mengingat dan memahami materi karena terlibat langsung dalam proses pembelajaran,” ungkap Darmawati.

Metode pembelajaran interaktif ini dipilih dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan mad yang sering dianggap sulit. Darmawati berharap melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menghafal definisi secara teoritis, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan menerapkannya langsung saat membaca Al-Quran.

Salah satu siswi kelas VII D, Nor Asyifa, mengaku sangat terbantu dengan metode pembelajaran yang diterapkan guru. “Awalnya saya bingung membedakan mad thobi’i dengan mad wajib muttashil, tapi setelah wawancara dengan teman-teman dan menjelaskan kembali kepada mereka, saya jadi lebih paham. Belajarnya juga tidak membosankan karena kita bisa bergerak dan berbicara,” ujarnya.

Hasil dari kegiatan pembelajaran ini menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap materi. Siswa terlihat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mampu mengidentifikasi berbagai jenis mad dalam ayat-ayat Al-Quran. Darmawati berharap metode ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan untuk materi-materi pembelajaran Al-Quran Hadist lainnya guna menciptakan generasi yang tidak hanya hafal teori, tetapi juga mahir dalam praktik membaca Al-Quran dengan baik dan benar. (Rep/Ft: Masitah)