Metode Presentasi Interaktif Tingkatkan Keaktifan Siswa MTsN 1 HSU dalam Pembelajaran IPA

Amuntai (MTsN 1 HSU) – Suasana riang terlihat di ruang kelas VII A Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (26/1/2026). Beberapa siswa tampak berdiri di depan kelas mempresentasikan materi pelajaran, sementara teman-teman mereka duduk menyimak dengan antusias. Metode pembelajaran interaktif ini diterapkan oleh guru IPA, Siti Rahmah, S.Pd., untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa terhadap materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati, khususnya tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya dan simbiosis.

Dari 20 siswa yang terdaftar di kelas VII A, sebanyak 17 siswa hadir mengikuti pembelajaran pada hari itu. Metode presentasi kelompok dipilih sebagai pendekatan untuk mendorong siswa lebih berani berbicara di depan umum sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep-konsep ekologi melalui diskusi dan penjelasan antar teman sebaya.

“Saya menerapkan metode presentasi ini agar siswa tidak hanya pasif mendengarkan, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan mempresentasikan materi tentang interaksi makhluk hidup dan simbiosis, mereka dipaksa untuk benar-benar memahami apa yang dipelajari, bahkan mampu memberikan contoh nyata di lingkungan sekitar mereka,” ujar Siti Rahmah menjelaskan alasan di balik metode pembelajaran yang diterapkannya.

Siti Rahmah menambahkan, tidak hanya kelompok yang presentasi tetapi peserta didik yang mendengarkan juga ikut berpartisipasi dalam diskusi dan sesi tanya jawab, “ setelah presentasi, para siswa yang duduk sesuai kelompoknya wajib bertanya kepada presenter di depan minimal satu orang di setiap kelompok,” ujarnya.

Menurut Siti Rahmah, materi ekologi dan simbiosis sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran dengan metode presentasi terbukti efektif meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan siswa mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Para siswa yang awalnya malu-malu untuk berbicara di depan kelas, kini mulai terbiasa menyampaikan pendapat dan menjelaskan berbagai bentuk simbiosis seperti mutualisme, komensalisme, dan parasitisme kepada teman-temannya.

Salah satu siswa yang maju presentasi, M. Abidzar Asy’ari, mengaku awalnya gugup namun merasa senang dengan pengalaman tersebut. “Awalnya saya deg-degan, tapi setelah dijelaskan ternyata menyenangkan. Saya jadi lebih paham tentang materi simbiosis yang dipresentasikan karena harus belajar dulu sebelum menjelaskan ke teman-teman. Sekarang saya bisa melihat contoh simbiosis di lingkungan sekitar rumah,” ungkap Abidzar.

Hasil dari penerapan metode ini cukup menggembirakan. Siti Rahmah mengamati peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi kelas dan kemampuan mereka menjelaskan konsep ekologi serta memberikan contoh nyata interaksi makhluk hidup dengan bahasa sendiri. Ke depannya, metode presentasi interaktif ini diharapkan dapat terus diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menghasilkan siswa-siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga percaya diri, terampil berkomunikasi, serta peka terhadap lingkungan sekitar. (Rep/Ft: Masitah)