Sungai Pandan (Kemenag HSU) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kankemenag HSU) menyalurkan bantuan secara simbolis kepada madrasah terdampak banjir dan masyarakat di Desa Pondok Babaris pada Rabu (21/1/26). Penyerahan bantuan dilaksanakan di MI Nurul Haq sebagai salah satu madrasah yang terdampak langsung akibat banjir.
Kepala Kankemenag HSU Hj. Nahdiyatul Husna hadir bersama jajaran, didampingi Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag HSU Nani Yuliana Farid, serta anggota Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) HSU. Kegiatan ini juga melibatkan Kepala Desa Pondok Babaris, Kepala MI Nurul Haq, serta unsur terkait lainnya.
Desa Pondok Babaris merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang terdampak banjir cukup parah. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat serta proses pembelajaran di sejumlah madrasah yang berada di wilayah tersebut.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan keluarga besar Kankemenag HSU yang dihimpun melalui DWP Kemenag HSU. Berdasarkan data sementara, bantuan direncanakan akan disalurkan kepada 171 rumah terdampak banjir di Desa Pondok Babaris, dengan penyerahan pada kesempatan ini dilakukan secara simbolis.
Kepala Kankemenag HSU Hj. Nahdiyatul Husna menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian jajaran Kankemenag HSU terhadap kondisi madrasah dan masyarakat yang terdampak banjir. “Bantuan ini merupakan hasil kebersamaan dan kepedulian keluarga besar Kankemenag HSU yang dihimpun melalui DWP Kemenag HSU,” ujar Husna.
Ia menjelaskan bahwa banjir tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat, tetapi juga pada keberlangsungan proses pendidikan di madrasah. “Madrasah yang terdampak banjir tentu mengalami kendala dalam pelaksanaan pembelajaran, sehingga perlu mendapatkan perhatian bersama,” kata Husna.
Husna menambahkan bahwa penyerahan bantuan secara simbolis ini menjadi bagian dari tahapan penyaluran yang dilakukan secara bertahap. “Penyerahan hari ini merupakan simbolis, sementara penyaluran bantuan akan terus dilakukan sesuai dengan data rumah terdampak yang telah dihimpun,” ujarnya.
Menurut Husna, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi dalam penanganan dampak bencana. “Kegiatan ini melibatkan jajaran Kankemenag HSU, DWP, KKMI, serta pemerintah desa, sehingga penanganan dampak banjir dapat dilakukan secara bersama-sama,” kata Husna.
Ia juga menegaskan bahwa perhatian terhadap madrasah menjadi bagian penting dalam setiap kondisi darurat. “Madrasah merupakan bagian dari masyarakat. Ketika masyarakat terdampak bencana, madrasah juga ikut terdampak dan perlu mendapatkan perhatian,” ujar Husna.
Melalui kegiatan ini, Kankemenag HSU bersama unsur terkait melakukan langkah nyata dalam mendukung pemulihan pascabanjir, baik bagi masyarakat maupun bagi keberlangsungan proses pembelajaran di madrasah di Desa Pondok Babaris.
Rep/ft: Januar

