Amuntai (MTsN 5 HSU) — MTsN 5 Hulu Sungai Utara menerapkan sanksi murajaah bagi siswa yang terlambat mengikuti kegiatan tadarus al-Qur’an sebagai upaya penegakan kedisiplinan dalam program pembinaan keagamaan. Jum’at (05/12/25).
Kebijakan tersebut diberlakukan pada kegiatan tadarus rutin yang dilaksanakan di lingkungan madrasah.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Mahmud, bertugas memberikan murajaah berupa pengulangan bacaan al-Qur’an kepada siswa yang datang tidak tepat waktu.
“Murajaah dilakukan secara terarah dengan pemilihan surah-surah tertentu yang harus dibaca dan disetorkan kembali kepada guru pembimbing. Langkah ini dimaksudkan agar siswa tetap mengikuti pembinaan Al-Qur’an meskipun terlambat hadir pada sesi tadarus berjamaah.” Kata Mahmud.
Pembina Keagamaan, Rani, menjelaskan bahwa penegakan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pembinaan karakter peserta didik di madrasah.
“Program tadarus tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan. Sanksi murajaah diberikan bukan sebagai hukuman, tetapi sebagai bentuk pembinaan agar siswa bertanggung jawab dan tetap mengikuti kegiatan keagamaan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Melalui penerapan sanksi tersebut, MTsN 5 HSU memastikan bahwa kegiatan tadarus tetap berjalan tertib dan seluruh siswa mengikuti pembinaan keagamaan sesuai aturan yang telah ditetapkan dalam kalender kegiatan madrasah.
Rep/Ft : Humas

