Amuntai (MAN 2 HSU) – Kembali menggelar kegiatan edukatif yang bertujuan membangun kesadaran peserta didik terhadap bahaya kekerasan dan perundungan. Kali ini, sosialisasi “Stop Bullying” diisi langsung oleh H. Hermanis Johan, SKM, MAP, MM.Kes, selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten HSU, bertempat di Aula MAN 2 HSU. Selasa (25/11/2025).
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta didik yang memenuhi aula madrasah. Dalam paparannya, H. Hermanis Johan menekankan pentingnya peran pelajar sebagai generasi muda yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Ia juga menjelaskan secara rinci mengenai upaya pencegahan tentang pembahasan tersebut. “Bullying bukan hanya soal bercanda atau ejekan. Ini bisa berkembang menjadi kekerasan yang berdampak panjang bagi korban. Karena itu, setiap siswa harus berani menolak, mencegah, dan melaporkan,” Kata Herman dalam sesi penyampaian materi.
Tak hanya dari DPPPA, kegiatan ini turut menghadirkan pemateri dari Instansi Kejaksaan, yang memberikan sudut pandang hukum terkait tindakan perundungan serta berbagai bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan pelajar. Kejaksaan menegaskan bahwa kekerasan maupun bullying bukan hanya melanggar norma sosial, tetapi juga dapat berimplikasi pada proses hukum.
Plt. Kepala MAN 2 HSU, Irwan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya sosialisasi edukasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) HSU tersebut. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan.
“Sosialisasi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bullying bukan hal sepele. Dampaknya bisa sangat besar bagi perkembangan mental dan masa depan peserta didik. Kami di MAN 2 HSU berkomitmen penuh menciptakan ruang belajar yang ramah, inklusif, dan menghargai setiap individu. Terima kasih kepada DPPPA HSU dan Kejaksaan atas ilmu dan pencerahannya. Semoga anak-anak semakin berani bersuara dan semakin peduli satu sama lain.” Kata Irwan.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, MAN 2 HSU berharap para siswa lebih peka terhadap isu kekerasan dan mampu menjadi agen perubahan yang menciptakan budaya saling menghargai. Kegiatan pun ditutup dengan sesi tanya jawab yang mendapat respons positif dan banyak pertanyaan dari peserta.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, madrasah menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk perundungan. (Ref/Ft:Adit)

