Tradisi Salam Pagi di MTsN 3 HSU, Bentuk Karakter Sopan Santun dan Kedekatan Guru-Siswa

Babirik (MTsN 3 HSU) – Pemandangan penuh kehangatan tampak di gerbang MTsN 3 Hulu Sungai Utara pada Kamis (13/11/25) pagi. Sejak pukul 07.00 WITA, para guru berjajar menyambut peserta didik yang baru datang. Dengan senyum ramah, mereka bersalaman satu per satu sambil mengucapkan salam — menciptakan suasana yang akrab dan penuh berkah.

Kegiatan yang dikenal dengan “Salam Pagi” ini telah menjadi rutinitas di MTsN 3 HSU. Selain menyemarakkan pagi dengan energi positif, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi seluruh siswa untuk menumbuhkan sikap hormat, sopan santun, dan kedisiplinan.

Kepala MTsN 3 HSU, H. Ismit, S.Pd.I., MM, menjelaskan bahwa salam pagi bukan hanya simbol penyambutan, tetapi juga pendidikan karakter yang nyata.

“Kegiatan salam pagi ini adalah bagian dari pembiasaan adab Islami. Kami ingin menanamkan rasa hormat kepada guru dan menumbuhkan semangat belajar sejak langkah pertama siswa masuk ke lingkungan madrasah,” ungkapnya.

Beliau menambahkan, melalui interaksi sederhana ini, tercipta hubungan emosional yang kuat antara guru dan peserta didik. Suasana akrab dan hangat tersebut diyakini dapat membangun lingkungan belajar yang nyaman serta menumbuhkan rasa cinta terhadap madrasah.

Salah satu guru, Fitriyah, turut menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut.

“Setiap pagi kami menyambut mereka dengan senyum. Rasanya bahagia melihat semangat anak-anak. Dari sini, kami belajar saling menghargai dan mengawali hari dengan doa serta kebersamaan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas VIII, Aminatu Zahra, mengaku senang dengan adanya tradisi salam pagi ini.

“Rasanya senang sekali disambut oleh guru-guru. Kami jadi merasa diperhatikan dan termotivasi untuk belajar lebih giat,” katanya dengan penuh semangat.

Dengan lingkungan madrasah yang asri dan suasana kekeluargaan yang kuat, MTsN 3 Hulu Sungai Utara terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai karakter Islami kepada seluruh warganya. Tradisi salam pagi menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang membentuk kepribadian dan akhlak mulia.

Rep/Ft : Humas