Guru Piket MTsN 1 HSU: Garda Terdepan Pemantau Kesehatan Siswa di Pagi Hari

Amuntai (MTsN 1 HSU) – Di balik rutinitas piket pagi dengan pembiasaan 5S seperti biasa, terdapat peran vital yang dijalankan guru piket di gerbang Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara hari ini. Lili Sugiati, S.Pd., yang bertugas sebagai guru piket sekaligus pengelola ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), menjalankan fungsi ganda sebagai ‘detektif kesehatan’ bagi siswa yang tiba di pagi ini, Selasa (11/11/2025), saat giliran piketnya.

Meskipun jadwal piket Lili hanya sekali dalam seminggu, ia memanfaatkan waktu tersebut secara maksimal untuk memantau kondisi kesehatan siswa. Posisi strategis guru piket di gerbang madrasah bukan sekadar formalitas penyambutan atau pencatatan kehadiran. Momen singkat saat berjabat tangan dengan siswa yang baru tiba menjadi kesempatan emas untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan mereka sebelum memasuki kelas.

“Setiap giliran piket saya, saya manfaatkan untuk melakukan skrining kesehatan kilat. Dari jabat tangan, saya bisa merasakan apakah tangan siswa demam atau dingin. Saya juga langsung bertanya kondisi mereka, apakah sedang fit atau ada keluhan,” jelas Lili yang telah mengelola UKS selama bertahun-tahun.

Pengalaman Lili sebagai pengelola UKS membuatnya memiliki kepekaan khusus dalam membaca kondisi fisik siswa. Ketika menemukan siswa yang kurang sehat, ia akan memberikan arahan yang tepat untuk penanganan awal. “Kalau ada siswa yang mengeluh tidak enak badan, saya sarankan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan istirahat. Jika kondisinya cukup serius, saya langsung mempersilahkan mereka ke ruang UKS untuk mendapat penanganan pertama,” ungkapnya.

Beberapa kali pada hari piketnya, ia mengidentifikasi siswa yang ternyata sedang sakit namun tetap memaksakan diri datang ke sekolah. Deteksi dini ini memungkinkan penanganan segera sebelum kondisi siswa memburuk di tengah pembelajaran.

“Minggu lalu saat piket, ada siswa yang saya rasa tangannya sangat panas saat bersalaman. Saya langsung tanya kondisinya dan ternyata memang sedang demam. Kami segera bawa ke UKS untuk istirahat dan kemudian menghubungi orang tuanya,” ungkap Lili mengenang salah satu kasusnya.

Peran guru piket sebagai ‘early warning system‘ kesehatan siswa ini menjadi lapisan perlindungan tambahan dalam sistem kesehatan madrasah. Apalagi di masa musim penghujan dimana berbagai penyakit menular masih menjadi ancaman, keberadaan guru piket yang jeli di gerbang madrasah dapat mencegah penyebaran penyakit ke siswa lainnya. Meski kontribusi Lili hanya sekali seminggu, dampaknya tetap signifikan bagi terciptanya lingkungan madrasah yang sehat dan kondusif untuk belajar. (Rep/Ft: Masitah)