Amuntai (MTsN 1 HSU) – Fitriani, S.Pd., guru mata pelajaran IPA Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU), memberikan bimbingan belajar intensif kepada siswanya di ruang kelas IX D, Rabu (05/11/2025). Kegiatan pendampingan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan siswa menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 yang akan dimulai pada 24 November mendatang.
Dalam suasana yang kondusif, Fitriani terlihat serius membimbing tiga siswi kelas IX D, yakni Norlina Asyifa, Putri Amalia, dan Munawwarah. Ketiga siswi tersebut tampak antusias mengerjakan latihan soal sambil sesekali berdiskusi dengan guru pembimbing mereka.
“Saya mengadakan bimbingan khusus ini karena ketiga siswa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Norlina memang memerlukan pendampingan ekstra karena terlihat lebih lambat dalam memahami materi ini dibandingkan teman sekelasnya pada saat saya menjelaskan di kelas, materinya tentang Hukum Mendel. Sementara Putri dan Munawwarah ketinggalan materi karena mewakili madrasah dalam lomba cerdas cermat, dan Munawwarah juga sempat sakit sehingga tidak hadir saat pembelajaran,” ujar Fitriani menjelaskan latar belakang kegiatan bimbingan tersebut.
Metode bimbingan kelompok kecil ini dipilih agar interaksi antara guru dan siswa lebih efektif. Fitriani dapat memantau secara langsung perkembangan pemahaman setiap siswa dan memberikan penjelasan yang lebih mendalam sesuai kebutuhan mereka masing-masing.
“Bukan hanya sekali, setiap kali ada siswa yang nilai kuis atau nilai harian di setiap pertemuannya tidak mencapai KKM, maka saya tawarkan untuk bimbingan sore. Jadi tidak bersifat wajib, bagi siswa yang mau ikut bimbingan saja selama bulan November ini guna menghadapi ASAS nanti” terangnya.
Putri Amalia, salah satu siswi yang mengikuti bimbingan, mengungkapkan apresiasinya terhadap perhatian sang guru. “Alhamdulillah, Bu Fitri sangat sabar dalam menjelaskan materi yang kami lewatkan saat mengikuti lomba. Dengan bimbingan seperti ini, kami jadi lebih percaya diri menghadapi ASAS nanti,” tutur Putri dengan penuh semangat.
Kegiatan bimbingan intensif ini membawa dampak positif. Para siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi pelajaran IPA yang sebelumnya mereka lewatkan atau anggap sulit. Mereka juga terlihat lebih siap dan optimis dalam menghadapi ASAS Ganjil yang tinggal beberapa minggu lagi.
Dedikasi Fitriani dalam mendampingi siswa-siswinya ini menjadi contoh nyata komitmen seorang pendidik dalam memastikan setiap anak didiknya, dengan berbagai kondisi dan tantangan yang mereka hadapi, tetap mendapatkan perhatian dan bimbingan yang memadai untuk meraih prestasi terbaik mereka. (Rep/Ft: Masitah)

