Hadirkan Talkshow Pendidikan, Kemenag HSU dan Pemerintah Daerah Upayakan Peningkatan Kualitas Sekolah dan Madrasah

Amuntai (Kemenag HSU) Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Hulu Sungai Utara dilakukan bersama oleh Kantor Kemenag HSU bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU serta DPRD Kab. HSU. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif tesebut terwujud dalam program Talkshow Optimalisasi Peran Pemerintah dan Masyarakat Dalam Menjaga Kualitas Pendidikan, di Aula Agung Lt. II, Rabu (11/12/24).

Sebelumnya, talkshow juga diadakan pada tanggal 9 Desember 2024 di tempat yang sama dengan menghadirkan peserta kepala dan guru sekolah. Sementara untuk hari kedua ini diikuti kepala dan guru madrasah di HSU. Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Komisi II DPRD HSU, H. Teddy Suryana, Kepala Kantor Kemenag Kab. HSU, Hj. Nahdiyatul Husna, dan Kepala Dinas Kab. HSU yang diwakili Sekretaris Dinas, Ahadi Ilhami.

Kepala Kantor Kemenag di kesempatan tersebut mengatakan bahwa madrasah memegang peran penting dalam pendidikan di Hulu Sungai Utara. Dengan jumlah ratusan madrasah negeri dan swasta serta ribuan siswanya yang tersebar di Hulu Sungai Utara, maka kualitas pendidikan madrasah sangat diharapkan untuk mencetak generasi emas di Hulu Sungai Utara.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kemenag dengan Pemerintah Daerah. Karena Kemenag juga memerlukan dukungan dari Pemerintah Daerah dan DPRD HSU di bidang pendidikan,” ucap Husna.

Husna mengatakan Pemerintah Daerah dan Kemenag HSU memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin memajukan pendidikan di Hulu Sungai Utara. “Bagaimana kita mendedikasikan diri dalam dunia pendidikan, baik dari sekolah maupun madrasah,” tambahnya.

Dalam menyokong kegiatan madrasah, maka ia juga mengatakan peran masyarakat sangat penting. Hal ini terlihat dari banyaknya madrasah swasta yang berasal dari dan untuk masyarakat. Karena itulah, Kemenag tetap mengutamakan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan berbasis agama.

“Peran serta masyarakat di madrasah dapat dilihat dari komite madrasah. Kami mengharapkan peran komite untuk menyukseskan pendidikan di madrasah,” tambahnya

Husna kemudian menyempatkan membahas mengenai pelaksanaan kurikulum yang menjadi pertanyaan akhir-akhir ini. Seiring dengan adanya pemerintah baru di bidang pendidikan, wacana perubahan kurikulum kembali menaik ke permukaan. Namun, Husna menjelaskan bahwa sampai saat ini di Kementerian Agama belum ada instruksi untuk perubahan kurikulum.

“Bapak dan Ibu yang mengajar di madrasah tidak perlu terlalu banyak memikirkan pergantian kurikulum, karena sampai saat ini tidak ada instruksi untuk perubahan kurikulum. Yang penting kita fokus pada mengajar karena pada dasarnya inti dari kurikulum yang berganti sama saja, hanya pola menjalankannya saja yang berubah,” sampainya.

Teddy Suryana mengungkapkan bahwa DPRD HSU berupaya mendorong sinergitas antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU dan Kemenag HSU untuk melaksanakan tanggungjawab pelaksana pendidikan dengan sebaik mungkin. Meskipun terdapat perbedaan antara instasi daerah dengan instansi vertikal, namun menurutnya Pemerintah Daerah tetap harus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi keduanya.

“Saya terus mendorong sinergitas antara Dinas Pendidikan dengan Kantor Kemenag untuk bertanggungjawab mendidik anak-anak kita. Dimana ada ruang-ruang yang juga dapat di dukung oleh Pemerintah Daerah dan DPRD,” ucapnya.

Menurutnya DPRD berkomitmen mendukung sekolah ataupun madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Hulu Sungai Utara. Para guru ia minta untuk memiliki kompetensi yang mumpuni, sementara pemerintah akan mengusahakan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.

Talkshow ditutup dengan tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Kesempatan tersebut digunakan para tenaga pendidik untuk menyampaikan permasalahan maupun aspirasi terkait masalah pendidikan di Hulu Sungai Utara.

Rep/Foto: Rima