Amuntai (Kemenag HSU) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kankemenag HSU), Hj. Nahdiyatul Husna, membuka kegiatan Workshop Model Pembelajaran Kurikulum Madrasah dan Pondok yang dilaksanakan di MAS Normal Islam Puteri Rakha Amuntai, Selasa (16/12/25). Pada kegiatan tersebut, Husna juga bertindak sebagai narasumber.
Workshop ini diikuti oleh 54 pengajar Pondok Pesantren Rakha Amuntai dan difokuskan pada penguatan model pembelajaran di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Husna menyampaikan materi bertema Kebijakan Kementerian Agama tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Husna menjelaskan bahwa proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan. Menurutnya, peran guru memiliki perbedaan mendasar dengan sumber informasi digital karena pendidik juga berperan dalam pembentukan karakter peserta didik. “Mendidik bukan sekadar mentransfer ilmu. Guru memiliki peran dalam membentuk akhlak dan karakter peserta didik, bukan hanya capaian akademik,” ujar Husna.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan keunggulan pada bidang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tenaga pendidik memiliki tanggung jawab untuk mengenali, menonjolkan, dan mengembangkan potensi tersebut melalui proses pembelajaran yang tepat. “Tugas pendidik adalah membantu peserta didik menemukan dan mengasah potensi yang dimilikinya,” kata Husna.
Terkait Kurikulum Berbasis Cinta, Husna menegaskan bahwa KBC bukan merupakan kurikulum baru, melainkan pendekatan dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini menekankan nilai kepedulian, empati, dan penghargaan terhadap potensi peserta didik sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Agama. “Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan yang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran,” jelas Husna.
Melalui kegiatan workshop ini, para pengajar diharapkan memperoleh penguatan pemahaman terhadap kebijakan kurikulum serta model pembelajaran yang diterapkan di madrasah dan pondok pesantren, khususnya di MAS Normal Islam Puteri Rakha Amuntai, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Rep/ft: Januar

