Amuntai (MTsN 1 HSU) – Dua guru Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU), Abd. Basid, S.Pd.I dan Hj. Rahmita, S.Ag, mewakili Kabupaten HSU pada cabang lomba Doa dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (11/12/2025). Kegiatan yang terpusat di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru ini diikuti oleh 218 peserta dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Kedua guru tersebut bergabung dalam kafilah Kabupaten HSU bersama 12 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten HSU lainnya yang berlaga di berbagai cabang lomba. Keikutsertaan mereka merupakan hasil seleksi internal yang dilakukan di tingkat kabupaten untuk menentukan wakil terbaik yang akan bertanding di level provinsi pada 11-13 Desember 2025.
“Kami sangat bangga kepada Bapak Basid dan Ibu Rahmita yang telah terpilih mewakili Kabupaten HSU untuk mengikuti cabang lomba Doa putera dan puteeri. Ini adalah bentuk dedikasi mereka tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai teladan dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman,” ungkap Kepala MTsN 1 HSU, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd.
Abd. Basid, peraih juara 1 cabang lomba Doa di tingkat Provinsi tahun lalu mengaku merasa tertantang untuk kembali memberikan yang terbaik bagi HSU. “Alhamdulillah diamanahi untuk kembali berlomba di cabang Doa, ini adalah kesempatan berharga untuk mengharumkan nama Kabupaten HSU dan MTsN 1 HSU . Saya akan berusaha maksimal dalam cabang lomba Doa ini,” ujar Basid.
Sementara itu, Hj. Rahmita menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. “Saya berterima kasih kepada pihak madrasah dan Kemenag Kabupaten HSU yang telah memberikan dukungan penuh. Semoga usaha kami dapat membuahkan hasil yang membanggakan,” kata Rahmita.
Hingga berita ini diturunkan, perlombaan masih berlangsung dan hasil resmi diperkirakan akan diumumkan pada penutupan acara. Kehadiran wakil dari MTsN 1 HSU di ajang bergengsi ini diharapkan dapat memotivasi guru dan ASN lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang keagamaan. (Rep/Ft: Masitah)

