Ka.Kankemenag HSU: Pengawas Madrasah Ujung Tombak dalam Meningkatkan Prestasi Siswa

Amuntai (Kemenag HSU) – Pengawas madrasah memiliki peran vital sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan dan penjaga arah kebijakan Kementerian Agama di satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kankemenag HSU), Hj. Nahdiyatul Husna, saat memberikan sambutan pada kegiatan Penguatan Kompetensi Pengawas Madrasah bertema “Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)”, yang digelar pada Senin (6/10/25) di Gedung Agung Lantai 2 Pemkab Hulu Sungai Utara.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani, ini diikuti oleh seluruh pengawas madrasah se-Provinsi Kalimantan Selatan. Selain penguatan kompetensi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Pokjawas Madrasah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, sebagai forum penyamaan langkah dan kolaborasi antar pengawas dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag HSU Hj. Nahdiyatul Husna menegaskan bahwa pengawas madrasah memiliki peran strategis dalam memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai arah kebijakan pendidikan Kemenag.

“Pengawas madrasah menjadi ujung tombak dalam mendampingi guru dan madrasah untuk terus berinovasi. Melalui kolaborasi yang baik antara pengawas, guru, dan kepala madrasah, kita dapat mewujudkan peserta didik Hulu Sungai Utara yang berprestasi serta berkarakter kuat,” ujar Husna.

Sementara itu, Ketua Pokjawas Madrasah Kankemenag HSU, Rahmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini membahas penguatan kompetensi pengawas madrasah mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan strategi implementasinya.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengawas terhadap konsep dan penerapan KBC, menyediakan ruang diskusi, serta memperkuat koordinasi antar pengawas se-Kalimantan Selatan dalam memahami esensi KBC tahun 2025,” ungkap Rahmad.

Rahmad menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi strategi pengawasan inovatif serta membangun komunitas pengawas yang saling mendukung dalam membina madrasah. Pendekatan berbasis cinta diharapkan mampu membentuk sistem pengawasan yang tidak hanya menilai kompetensi, tetapi juga menumbuhkan semangat kasih sayang, empati, dan tanggung jawab moral di lingkungan pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan organisasi pendidikan madrasah seperti IGRA, KKMI, KKMTS, dan KKMA Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pengawas madrasah untuk memperkuat kapasitas profesional sekaligus meneguhkan komitmen dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara berkelanjutan. Melalui semangat kolaboratif tersebut, diharapkan madrasah di Kalimantan Selatan semakin unggul, adaptif, dan berkarakter dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak.

Rep/ft: Januar