Perkuat Dakwah Toleran, 50 Da’i dan Da’iyah HSU Ikuti Pembinaan

Amuntai (Kemenag HSU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kankemenag HSU) melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi para da’i dan da’iyah yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Senin (7/7/25) bertempat di Aula Kankemenag HSU.

Sebanyak 50 orang da’i dan da’iyah dari 10 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan penyamaan arah dakwah di tingkat daerah.

Kepala Seksi Bimas Islam, H. Farid Wijdan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan para da’i dan da’iyah, serta menumbuhkan semangat berdakwah secara santun dan moderat.

“Kami ingin memperkuat kapasitas para da’i dan da’iyah agar mampu berdakwah dengan pendekatan Islam moderat yang menyejukkan serta menyatukan, bukan memecah belah. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Farid.

Pembinaan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag HSU, Hj. Nahdiyatul Husna, yang hadir bersama Plt. Kasubbag TU, Nasripani, serta Kasi Bimas Islam, H. Farid Wijdan. Dalam sambutannya, Husna menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Kankemenag dalam mengarahkan dan menyelaraskan pesan-pesan dakwah agar lebih relevan dengan dinamika masyarakat.

“Ini salah satu cara Kankemenag untuk menyatukan visi dakwah agar para da’i dan da’iyah memiliki pijakan yang sama, terutama dalam menyampaikan ajaran Islam yang ramah, bukan marah,” ujar Husna.

Lebih lanjut, Husna mengingatkan bahwa para da’i dan da’iyah harus mampu membaca konteks sosial masyarakat yang majemuk, baik dari sisi organisasi keagamaan, usia, maupun latar belakang pendidikan.

“Dengan memahami situasi dan kondisi yang ada, kita berharap para da’i dan da’iyah dapat membawa pesan keagamaan yang merangkul dan menyejukkan. Dakwah harus hadir sebagai solusi, bukan pemicu konflik,” tambah Husna.

Setelah membuka kegiatan, Husna juga turut menjadi narasumber dengan menyampaikan materi tentang kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama dan pentingnya sinergi antarpendakwah di tingkat daerah.

Selain Kepala Kankemenag, kegiatan ini juga menghadirkan tokoh masyarakat dan akademisi, yaitu Ketua STAI Rakha Amuntai, H. Rif’an Syafruddin. Dalam sesi pemaparan materi, Rif’an menyampaikan tema “Strategi Dakwah Moderat di Era Digital.” Ia menekankan pentingnya para da’i dan da’iyah untuk hadir secara aktif di ruang digital dengan narasi yang damai, bijak, dan membangun.

“Di era digital ini, dakwah harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Para da’i dan da’iyah harus menggunakan media sosial secara positif, bukan sebagai alat provokasi, tetapi untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang toleran dan menenangkan,” jelas Rif’an.

Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi salah satu kompetensi baru yang perlu dimiliki para pendakwah agar tetap relevan dan efektif dalam menyampaikan pesan dakwah kepada generasi yang semakin digital.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan melalui pembinaan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk memperkuat peran para da’i dan da’iyah dalam membangun masyarakat Hulu Sungai Utara yang religius, rukun, dan damai.

Rep/ft: Januar