Amuntai (MAN 3 HSU) – Madrasah Aliyah Negeri 3 Hulu Sungai Utara (MAN 3 HSU) sukses menyelenggarakan pesta demokrasi melalui pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) masa bakti 2026/2027 pada Kamis (12/02). Bertempat di halaman utama madrasah, kegiatan ini diikuti oleh tiga pasangan calon yang bersaing memperebutkan mandat kepemimpinan siswa. Seluruh warga madrasah, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, hingga staf kependidikan, menggunakan hak suaranya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia guna menentukan arah organisasi satu tahun ke depan.
Ketua Panitia Pelaksana, Mariatul Ustha, menyatakan bahwa antusiasme pemilih tahun ini meningkat signifikan berkat sosialisasi yang masif dan persiapan logistik yang matang. “Kami memastikan seluruh rangkaian pemungutan suara berjalan tertib dan transparan. Kehadiran tiga pasangan calon terbaik ini merupakan bukti hidupnya iklim kompetisi yang sehat di lingkungan MAN 3 HSU, di mana setiap suara yang masuk menjadi penentu masa depan program kerja siswa ke depan,” ujar Mariatul di sela-sela proses penghitungan suara.
Plt. Kepala MAN 3 HSU, Sauqil Ajmi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian siswa dalam mengelola ajang demokrasi sekolah yang sangat profesional. “Pemilihan OSIM ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan laboratorium nyata bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan. Kami di MAN 3 HSU berkomitmen untuk terus mendukung setiap aspirasi siswa agar melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial yang tinggi,” tegas Sauqil Ajmi saat meninjau lokasi pemungutan suara.
Pelaksanaan pemungutan suara yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu menjadi momentum penguatan karakter bagi seluruh peserta didik. Dengan terpilihnya nakhoda baru nantinya, MAN 3 HSU berupaya mempererat sinergi antara organisasi siswa dan pihak madrasah dalam mewujudkan berbagai inovasi kegiatan. Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan ini sekaligus membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi wadah persemaian bibit-bibit pemimpin masa depan yang menghargai perbedaan pendapat dan menjunjung tinggi sportivitas dalam berorganisasi. (Rep/Ft: Rijani)

