Amuntai (MAN 3 HSU) – Langkah proaktif dalam memproteksi generasi muda dari ancaman narkotika terus diperkuat oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Hulu Sungai Utara. Pada Senin (09/02), Wakil Kepala Madrasah Bidang Kehumasan, Rijani, hadir mewakili instansi dalam rapat pembentukan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten HSU. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Badan Kesbangpol ini menjadi momentum krusial bagi madrasah untuk menyelaraskan program kesiswaan dengan kebijakan pencegahan narkoba di tingkat kabupaten.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten HSU, H. Amberani, dalam arahannya menekankan bahwa keberadaan duta di tiap kecamatan merupakan strategi jemput bola untuk merangkul kaum milenial. “Sinergi dengan lembaga pendidikan sangat kami butuhkan, karena pendidik lebih memahami dinamika remaja saat ini. Melalui pembentukan duta ini, kita ingin membangun komunikasi sebaya yang lebih efektif dalam mensosialisasikan bahaya narkotika secara masif,” ungkapnya di hadapan peserta rapat.
Keterlibatan MAN 3 HSU dalam forum ini tidak sekadar memenuhi undangan, namun juga memberikan kontribusi pemikiran terkait pola pembinaan karakter siswa yang berbasis pada nilai religius. Madrasah dinilai memiliki posisi strategis sebagai basis edukasi moral yang mampu menyaring pengaruh negatif dari luar. Dalam diskusi tersebut, dibahas pula rencana integrasi kampanye anti narkoba ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah agar lebih mudah diterima oleh para pelajar di wilayah Hulu Sungai Utara.
Wakamad Humas MAN 3 HSU, Rijani, menggarisbawahi bahwa partisipasi madrasah merupakan langkah nyata dalam menjaga marwah institusi pendidikan sebagai zona bebas narkoba. “Kami berkomitmen untuk mengirimkan representasi terbaik dari MAN 3 HSU guna menyukseskan program Duta Anti Narkoba ini. Bagi kami, keselamatan mental dan masa depan siswa adalah prioritas utama, sehingga kerja sama dengan Kesbangpol ini akan kami implementasikan segera melalui aksi nyata di lingkungan madrasah,” jelasnya saat memaparkan kesiapan instansinya.
Kolaborasi antara otoritas daerah dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat menjadi benteng kokoh dalam meminimalisir risiko paparan narkoba di kalangan remaja. Melalui penguatan jejaring informasi dan edukasi yang terstruktur, diharapkan Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat mencetak generasi emas yang bersih dari narkoba. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi madrasah sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga sangat peduli pada aspek kesehatan sosial dan ketahanan nasional. (Rep/Ft: Ahmad)

