Praktik Asam Basa dengan Kertas Lakmus, Siswa MTsN 1 HSU Antusias Pelajari Kimia Sederhana

Amuntai (MTsN 1 HSU) – Suasana ruang kelas IX D Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) tampak antusias, Rabu (4/2/2026). Sebanyak 19 siswa mengikuti praktikum asam basa yang dipandu langsung oleh guru IPA, Fitriani, S.Pd. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman konkret kepada siswa tentang konsep asam dan basa melalui metode pembelajaran praktik langsung.

Dalam praktikum tersebut, siswa menggunakan kertas lakmus untuk menguji sifat asam atau basa dari berbagai jenis larutan. Kertas lakmus merupakan indikator pH sederhana yang terbuat dari campuran zat warna alami yang diekstrak dari lumut. Kertas ini tersedia dalam dua jenis, yaitu kertas lakmus merah dan biru, yang akan berubah warna ketika dicelupkan ke dalam larutan asam atau basa.

Para siswa mencoba mencelupkan kertas lakmus ke dalam empat jenis cairan berbeda. Saat dicelupkan ke air biasa, kertas lakmus tidak mengalami perubahan warna karena air bersifat netral. Ketika dicelupkan ke air sabun, kertas lakmus merah berubah menjadi biru, menunjukkan bahwa air sabun bersifat basa. Sebaliknya, saat kertas lakmus biru dicelupkan ke air cuka, warnanya berubah menjadi merah, membuktikan air cuka bersifat asam. Sedangkan pada air teh, kertas lakmus biru berubah menjadi merah karena air teh memiliki sifat sedikit asam.

Setiap kelompok mengamati dan mencatat perubahan warna yang terjadi untuk menentukan sifat masing-masing larutan.

“Tujuan praktikum ini adalah agar siswa tidak hanya memahami teori asam basa dari buku, tetapi juga bisa mengalami langsung prosesnya. Dengan praktik, mereka lebih mudah mengingat dan memahami konsep kimia yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelas Fitriani.

Salah satu siswa, Nidaul Fitriah, mengaku sangat senang dengan metode pembelajaran ini. “Saya jadi lebih paham Bu, ternyata air sabun itu basa dan air cuka asam. Praktiknya seru karena bisa lihat langsung perubahan warna kertas lakmusnya,” ujar Nidaul dengan antusias.

Fitriani berharap melalui kegiatan praktikum seperti ini, siswa dapat lebih termotivasi mempelajari IPA dan memahami bahwa ilmu kimia memiliki aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, ia berencana mengadakan lebih banyak praktikum sejenis untuk materi-materi lain agar pembelajaran semakin bermakna bagi para siswa. (Rep/Ft: Masitah)