Tingkatkan Pemahaman Siswa, Guru MTsN 1 HSU Manfaatkan Platform Wordwall dalam Pembelajaran IPA

Amuntai (MTsN 1 HSU) – Inovasi pembelajaran digital terus dikembangkan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU). Agustina Fatmawati, S.Pd., M.Pd., guru IPA di madrasah tersebut, memanfaatkan platform pembelajaran berbasis internet bernama Wordwall untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi sistem pernapasan dan ekskresi, Rabu (28/01/2026).

Kegiatan pembelajaran interaktif ini dilaksanakan di kelas VIII C dengan melibatkan seluruh siswa. Penggunaan media digital ini dipilih untuk meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar sekaligus memudahkan evaluasi pemahaman materi yang telah disampaikan.

“Saya menggunakan Wordwall karena platform ini membuat evaluasi pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Siswa tidak merasa sedang mengikuti ujian, tetapi seperti bermain games edukatif. Ini sangat efektif untuk mengukur seberapa jauh pemahaman mereka terhadap materi sistem pernapasan dan ekskresi yang cukup kompleks,” ungkap Agustina.

Guru yang berdedikasi ini menambahkan bahwa metode konvensional terkadang membuat siswa merasa tertekan saat evaluasi. “Dengan Wordwall, siswa lebih rileks dan justru lebih fokus. Mereka berlomba-lomba menjawab dengan cepat dan tepat. Saya bisa langsung melihat hasil jawaban mereka secara real-time, sehingga bisa segera memberikan klarifikasi jika ada konsep yang masih keliru dipahami,” jelasnya.

“Metode ini juga membantu saya mengidentifikasi siswa yang masih memerlukan bimbingan tambahan. Dari data yang muncul di aplikasi, saya bisa melihat siapa yang sudah menguasai materi dan siapa yang perlu penjelasan lebih lanjut. Ini membuat pembelajaran lebih efektif dan tepat sasaran,” tambah Agustina.

Salah satu siswa kelas VIII C, Nayla Azkiya, mengaku sangat menikmati metode pembelajaran tersebut. “Belajar jadi nggak membosankan, Bu. Saya dan teman-teman jadi lebih semangat karena seperti main kuis. Materi tentang sistem pernapasan yang tadinya susah jadi lebih mudah diingat,” ujar Nayla antusias.

Wardina, siswa lain di kelas yang sama, menambahkan bahwa cara belajar seperti ini membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. “Kami jadi lebih aktif dan berani menjawab. Apalagi ada skor yang langsung muncul, jadi termotivasi untuk menjawab dengan benar,” katanya.

Agustina berharap metode pembelajaran berbasis teknologi ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara konsisten. “Harapan saya, dengan metode ini siswa tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami konsep-konsep IPA. Hasil yang saya lihat hari ini sangat memuaskan, mayoritas siswa mampu menjawab dengan benar dan cepat. Ini menunjukkan bahwa pemahaman mereka terhadap materi sudah baik,” paparnya.

“Saya juga berencana menggunakan platform serupa untuk materi-materi lainnya, karena respons siswa sangat positif. Teknologi harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dengan perkembangan zaman,” pungkas Agustina.

Ke depannya, pembelajaran berbasis teknologi seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu metode unggulan di MTsN 1 HSU untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemahaman siswa terhadap berbagai mata pelajaran. (Rep/Ft: Masitah)