Buka Wawasan Siswa, STIPER Amuntai Sosialisasikan Peluang Usaha Pertanian di MAN 2 HSU

Amuntai (MAN 2 HSU) – Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai melaksanakan kegiatan sosialisasi perguruan tinggi di MAN 2 Hulu Sungai Utara sebagai upaya membuka wawasan siswa mengenai peluang usaha di sektor pertanian. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII dan berlangsung dengan antusias di aula madrasah. Rabu (28/01/2026).

Dalam sosialisasi tersebut, pihak STIPER Amuntai memperkenalkan profil kampus yang berbasis kewirausahaan di bidang pertanian. Para siswa diberikan gambaran tentang dunia pertanian modern yang tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga pengelolaan usaha, inovasi produk pertanian, serta peluang menjadi wirausahawan muda (agripreneur) yang mandiri dan berdaya saing.

Plt. Kepala MAN 2 HSU, Irwan menyampaikan apresiasi atas kehadiran STIPER Amuntai yang telah memberikan informasi dan motivasi kepada siswa. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki prospek yang sangat menjanjikan apabila dikelola dengan ilmu dan kreativitas.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. STIPER Amuntai memberikan pemahaman kepada siswa bahwa pertanian bukan sektor yang tertinggal, tetapi justru memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang inovatif dan menguntungkan. Ini sangat relevan untuk membekali siswa MAN 2 HSU dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan.” Kata Irwan.

Salah satu siswa kelas XII, Nisa, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi STIPER Amuntai membuka pandangannya tentang pertanian yang lebih modern dan berorientasi kewirausahaan.

“Selama ini saya mengira pertanian hanya tentang menanam dan panen. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi tahu bahwa pertanian juga bisa dikembangkan menjadi usaha yang kreatif dan menjanjikan. Ini membuat saya lebih tertarik untuk mempertimbangkan melanjutkan studi di bidang pertanian.” Kata Nisa

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa MAN 2 HSU semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta mampu melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang potensial di masa depan. (Ref/Ft:Adit)