Amuntai (Kemenag HSU) – Sebanyak 37 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) siap mengikuti Tahap 2 Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Hal ini disampaikan Kasi PAI Kemenag HSU, Bunyamin, pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran Agama Islam (MGMP PAI) bertema Berbagi Prakarya Baik, Selasa (26/8/25) di SMP Negeri 1 Amuntai.
Pada kesempatan itu, Bunyamin juga mendorong guru PAI untuk terus berinovasi, memanfaatkan literasi, dan mengoptimalkan digitalisasi dalam pembelajaran di kelas.
Dalam pengarahannya, Bunyamin menekankan agar guru PAI selalu berinovasi dalam metode pembelajaran, memanfaatkan literasi dan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.
“Patutlah kita bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah. Program Akselerasi Pendidikan Profesi Guru Batch 1 telah meluluskan 21.715 orang untuk tahap 1. Dua orang guru PAI dari HSU yang mengikuti juga berhasil lulus. Tahap 2 Klaster 3 akan diikuti 69.313 guru PAI, termasuk 37 orang guru PAI dari Hulu Sungai Utara, sehingga di tahun 2026 semua guru PAI telah tuntas mengikuti PPG,” kata Bunyamin.

Pengawas PAI, Yusran Fauzi menekankan agar guru memperbarui perangkat pembelajaran di awal semester 2025/2026.
“Meski di surat pemberkasan TPG, semua guru PAI dan kepala sekolah yang berstatus guru PAI harus memperlihatkan perangkat pembelajaran sebagai bukti kesiapan ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas,” ujar Yusran.
Yusran juga menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran mendalam (deep learning) dan pembelajaran bertumbuh (growth mindset), sehingga siswa dapat mengembangkan potensi sesuai karakter masing-masing dan mencapai prestasi belajar yang optimal.

Kegiatan MGMP PAI ini menjadi bagian dari pembinaan guru PAI di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Guru PAI diharapkan dapat menerapkan inovasi, literasi, dan digitalisasi pembelajaran, sekaligus saling bertukar pengalaman dan menerapkan strategi belajar yang adaptif sesuai kebutuhan siswa.
Rep : Adit
Foto : Kontri