Amuntai (MTsN 2 HSU) – Unjuk kerja kegiatan Panca Cinta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Hulu Sungai Selatan (HSU) melakukan observasi lingkungan madrasah, Kamis (12/02/26) di lingkungan madrasah.
Wakil Kepala Madrasah bagian Kurikulum/Akademik (Wakakur) MTsN 2 HSU Khairiyanti Su’da mengatakan, kegiatan unjuk kerja sebagai salah satu sarana pencapaian Panca Cinta KBC yaitu cinta lingkungan, memberilan kesempatan kepada peserta didik/siswa untuk mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter yang dilakukan melalui project/ unjuk kerja yang telah dirancang pada pertemuan sebelumnya. “Siswa diberikan kesempatan melakukan unjuk kerja, melakukan observasi lingkungan membedakan sampah organik dan anorganik,” katanya.
Menurutnya, membuat poroject/ unjuk kerja pada Panca Cinta KBC; cinta lingkungan sudah ditahap lanjutan/kedua; pelaksanan rancangan sebelumnya dilakukan secara bertahap. “Siswa melakukan observasi lingkungan, mendata jenis sampah dan membedakan antara yang organik dan anorganik, ataupun jika ada yang kemungkinan berbahaya,” tandasnya.
Senada dengan Wakakur guru pembimbing/ fasilitator Suriadi menuturkan, kegiatan observasi lingkungan merupakan unjuk kerja telah di rancang pada pertemuan pertama. “Dari sini siswa dapat mengembangkan dan menguji pemahaman mereka tentang sampah organik dan anorganik (berkolaborasi memperkaya hasil pembelajaran/ rancangan mereka) dan menguji hasil /pengalaman yang diperoleh dari unjuk kerja,” tuturnya.
Selanjutnya menurut Suriadi, kegiatan KBC; cinta lingkungan melalui observasi lingkungan dilaksanakan menyesuaikan kondisi dan potensi lingkungan madrasah, tidak membebankan siswa. “Ujnjuk kerja ini dalam bentuk sederhana, praktis karena masih di tahap uji coba dan akan di evaluasi,” tambahnya.
Sementara siswa kelas IV MTsN 2 HSU M. Malvin dan yang lainnya menyatakan unjuk kerja Panca Cinta KBC: Cinta lingkungan menyenangkan, melakukan observasi lingkungan sesuai dengan kondisi lingkungan madrasah. “Kami dapat membedakan sampah organik dan anorganik termasuk yang kemungkinan membahayakan,” pungkasnya. (Rep/Ft:Salam)

