Babirik (Kemenag HSU) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kankemenag HSU) melaksanakan monitoring pelaksanaan bantuan renovasi sarana dan prasarana pendidikan madrasah sebagai bagian dari pengawasan pemanfaatan bantuan pemerintah. Kegiatan ini menitikberatkan pada kesesuaian antara perencanaan dan kondisi riil di lapangan. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah MIS Nurussalam pada Kamis (05/02/26).
Kepala Kantor Kemenag HSU, Hj. Nahdiyatul Husna, menegaskan bahwa bantuan renovasi merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah. Ia menyampaikan bahwa kondisi fasilitas belajar memiliki keterkaitan langsung dengan kelancaran proses pembelajaran. “Perbaikan fasilitas belajar menjadi faktor penting dalam menunjang proses pembelajaran yang aman dan layak bagi peserta didik,” ujar Husna.
Ia juga menjelaskan bahwa monitoring lapangan diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan teknis yang telah ditetapkan. Menurutnya, pengawasan langsung memberikan gambaran nyata terhadap progres pembangunan serta kondisi sarana yang sebelumnya memerlukan perbaikan.
“Melalui monitoring ini, kami dapat melihat langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan madrasah,” kata Husna.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag HSU, H. Farid Wijdan, menerangkan bahwa monitoring tidak hanya berfokus pada progres fisik bangunan, tetapi juga pada kesesuaian data pendukung. Ia menyebutkan bahwa data kondisi sarana prasarana yang terinput melalui aplikasi SIMSARPRAS menjadi salah satu dasar dalam penentuan prioritas bantuan.
“Kesesuaian antara kondisi lapangan dan data yang dilaporkan menjadi perhatian dalam setiap monitoring,” jelas Farid.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dokumentasi hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi lanjutan dalam perencanaan program bantuan berikutnya. Dengan demikian, proses pendataan, verifikasi, dan pengawasan berjalan dalam satu rangkaian yang saling mendukung. “Data yang akurat membantu memastikan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata madrasah,” kata Farid.
Selain di MIS Nurussalam HSU, bantuan rehabilitasi dan renovasi madrasah di Kabupaten Hulu Sungai Utara juga disalurkan ke sejumlah lembaga pendidikan lainnya, yakni MIN 7 HSU, MTsN 3 HSU, MIS Darul Ulum Putera, MIS Nurul Khairat, MIS Hidayatusshibyan, MIS Miftahul Khair, MTsS Miftahul Ulum Pajukungan, MTsS NU Asyafiiyah Alabio, dan MIN 4 HSU. Setiap lokasi memiliki kebutuhan perbaikan yang berbeda, mulai dari ruang kelas, atap bangunan, hingga fasilitas pendukung pembelajaran.
Monitoring di MIS Nurussalam HSU turut dihadiri tim sarana prasarana dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan yang pada hari yang sama juga melakukan peninjauan ke sejumlah madrasah penerima bantuan lainnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari pengawasan berjenjang dalam pelaksanaan program bantuan sarana prasarana madrasah.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan bantuan sarana prasarana madrasah guna memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai perencanaan serta mendukung tersedianya fasilitas pembelajaran yang layak di lingkungan madrasah.
Rep/ft: Januar

