Empat Pesantren di HSU Masuk Tahap Seleksi Provinsi Program Inkubasi Bisnis Kemenag

Amuntai (Kemenag HSU) – Empat pondok pesantren di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) saat ini tengah mengikuti proses seleksi di tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan dalam Program Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren Tahun Anggaran 2025.

Program ini merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan unit usaha yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kankemenag HSU), Nasripani, menyampaikan bahwa dari enam pesantren di HSU yang telah mengajukan melalui aplikasi SIMBA, empat di antaranya telah masuk ke tahap seleksi provinsi dan sedang dalam proses penilaian oleh tim Kanwil.

“Pesantren Al-Karomah, Nurul Muttaqien, Kasypul Anwar, dan Mathla’ul Anwar saat ini sedang dalam proses seleksi di tingkat Kanwil Provinsi. Jika dinyatakan memenuhi syarat, mereka akan diajukan ke tahap seleksi pusat,” ujar Nasripani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin pagi (28/7/25).

Dua pesantren lainnya masih dalam proses verifikasi kelengkapan berkas sebelum diajukan ke tahap provinsi.

Nasripani juga mengingatkan bahwa pengajuan bantuan melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bantuan (SIMBA) akan ditutup pada 30 Juli 2025. Ia mengimbau pesantren lainnya yang belum mengajukan untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran dan pengunggahan dokumen.

“Kami siap memberikan pendampingan teknis dan administratif. Waktu pengajuan tinggal beberapa hari lagi. Jangan sampai kesempatan ini terlewat,” katanya.

Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Agama seperti Pesantren Berdaya dan penguatan ekoteologi. Program ini diharapkan dapat menjadikan pesantren sebagai lembaga yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga mandiri dalam bidang ekonomi dan berdaya saing dalam pembangunan masyarakat.

Rep/ft: Januar