{"id":16835,"date":"2025-09-01T00:59:49","date_gmt":"2025-09-01T00:59:49","guid":{"rendered":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/?p=16835"},"modified":"2025-09-01T00:59:50","modified_gmt":"2025-09-01T00:59:50","slug":"seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/","title":{"rendered":"#SeriAntiKorupsi &#8211; Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam)"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-palette-color-4-color\">Awal dari yang Besar<\/mark><\/strong><br>Sering kali kita menganggap sepele pemberian kecil, bukan lagi uang, pemberian dialihkan dalam bentuk yang sulit untuk ditolak: \u201c<strong>Hanya<\/strong> sebungkus gorengan, sekotak brownies, atau voucher belanja\u201d pikir sebagian orang. Nyatanya, argumen tersebut hanyalah bentuk rasionalisasi dan alasan pembenaran diri.<sup data-fn=\"b96870a6-868f-4bc5-b43e-65f3ef97cbbb\" class=\"fn\"><a href=\"#b96870a6-868f-4bc5-b43e-65f3ef97cbbb\" id=\"b96870a6-868f-4bc5-b43e-65f3ef97cbbb-link\">1<\/a><\/sup> Padahal, pemberian kecil ini dalam pelayanan publik bisa membuka \u2018pintu masuk\u2019 perilaku korupsi yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gratifikasi dalam Hukum Positif<\/strong><br>Mengulik kembali penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 12B ayat (1), menyebutkan yang dimaksud gratifikasi adalah pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.<sup data-fn=\"911d100e-9599-4202-9cf7-c306c52fa559\" class=\"fn\"><a href=\"#911d100e-9599-4202-9cf7-c306c52fa559\" id=\"911d100e-9599-4202-9cf7-c306c52fa559-link\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik, jika diterima oleh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara maka dapat dianggap sebagai gratifikasi.<sup data-fn=\"8d01b5ec-d77d-45e4-bcda-4d9edc484e40\" class=\"fn\"><a href=\"#8d01b5ec-d77d-45e4-bcda-4d9edc484e40\" id=\"8d01b5ec-d77d-45e4-bcda-4d9edc484e40-link\">3<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun demikian, Undang-undang tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan besar kecilnya sebuah pemberian. Hal ini memungkinkan terbukanya ruang penafsiran lebih lanjut bahwa pemberian baik itu dalam bentuk, nilai atau jenis apapun harus benar-benar dicermati oleh seluruh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara, selama pemberian tersebut berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemberian atau hadiah sekecil apapun dari rekan, teman, kenalan atau masyarakat yang di baliknya terdapat unsur konflik kepentingan, niat terselubung dan adanya upaya tanam budi (investasi hubungan), maka sebaiknya dihindari dan ditolak. Meskipun nilainya tidak besar, seperti sebatas gorengan, nasi kotak, bolu gulung, voucher belanja, tiket nonton bioskop, ataupun pemberian kecil lainnya tetap dapat berdampak buruk pada profesionalisme dan objektivitas penerima.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan dalam sejarah pelaporan gratifikasi di KPK tercatat, Rp10.000 yang diberikan kepada penghulu menjadi gratifikasi terkecil yang pernah dilaporkan ke KPK. Hal ini membuktikan, sekecil apapun sebuah pemberian jika ia berhubungan dengan jabatan dan adanya potensi konflik kepentingan, maka tetap digolongkan sebagai pemberian atau hadiah yang dilarang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lalu Siapa yang disebut Pegawai Negeri dan Penyelenggara Negara di sini?<\/strong><sup data-fn=\"b329a40b-174e-4a52-a11e-84a06f5984fb\" class=\"fn\"><a href=\"#b329a40b-174e-4a52-a11e-84a06f5984fb\" id=\"b329a40b-174e-4a52-a11e-84a06f5984fb-link\">4<\/a><\/sup><br><br><strong>Yang dimaksud dengan Pegawai Negeri ialah:<\/strong><br>1. Pegawai Negeri menurut Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 tentang Kepegawaian Pasal 1 menyebutkan, \u201cSetiap warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u201d<br>2. Pegawai Negeri sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana Pasal 614:<br>a. Orang yang menerima gaji atau upah dari keuangan negara atau daerah;<br>b. Orang yang menerima gaji atau upah dari suatu korporasi yang menerima bantuan dari keuangan negara atau daerah. Definisi ini mencakup antara lain pegawai pada BUMN\/BUMD;<br>c. Orang yang menerima gaji atau upah dari korporasi lain yang mempergunakan modal atau fasilitas dari negara atau Masyarakat.<br><strong>Yang dimaksud dengan Penyelenggara Negara ialah:<\/strong><br>1.  Pejabat negara pada lembaga tertinggi negara;<br>2. Pejabat negara pada lembaga tinggi negara;<br>3. Menteri;<br>4. Gubernur;<br>5. Pejabat negara lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku: Duta Besar, Wakgub, Bupati\/Walikota, dll.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kategori Gratifikasi<\/strong><br>Menurut ketentuan UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Pasal 12C, pada prinsipnya semua gratifikasi yang terkait dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban penerima wajib dilaporkan, tanpa memandang besar atau kecilnya nilai pemberian.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun rincian gratifikasi yang wajib dilaporkan dan yang tidak wajib dilaporkan dapat dilihat pada tabel berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Wajib Dilaporkan<\/th><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Tidak Wajib Dilaporkan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Terkait Dengan Pemberian Layanan Pada Masyarakat;<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Adanya hubungan keluarga, sepanjang tidak memiliki konflik kepentingan;<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Terkait Dengan Tugas Dalam Proses Penyusunan Anggaran;<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Penyelenggaraan pernikahan, aqiqah, baptis, khitanan, dan potong gigi atau upacara adat\/agama lain paling banyak nilai per pemberian Rp1 juta<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Terkait Dengan Tugas Dalam Proses Pemeriksaan, Audit, Monitoring Dan Evaluasi<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Penerimaan terkait dengan musibah atau bencana maksimal Rp1 juta per pemberi<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Terkait Dengan Pelaksanaan Perjalanan Dinas<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Acara pisah sambut sesame pegawai, pensiun, promosi, dan ulang tahun (tidak berbentuk uang) paling banyak Rp300.000 dengan total pemberian Rp1 Juta dalam 1 tahun dari pemberi yang sama<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Dalam Proses Penerimaan\/\/Promosi\/Mutasi Pegawai<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Sesama rekan kerja paling banyak (tidak dalam bentuk uang) Rp200.000 dengan total pemberian Rp1 Juta dalam 1 tahun dari pemberi yang sama<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Dalam Proses Komunikasi, Negosiasi Dan Pelaksanaan Kegiatan Dengan Pihak Lain Terkait Dengan Pelaksanaan Tugas Dan Kewenangannya<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Hidangan atau sajian yang berlaku umum<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Sebagai Akibat Dari Perjanjian Kerja Sama\/Kontrak\/Kesepakatan Dengan Pihak Lain Yang Bertentangan Dengan Undang-Undang<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Prestasi akademik yang diikuti dengan biaya sendiri<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Sebagai Ungkapan Terima Kasih Sebelum, Selama Atau Setelah Proses Pengadaan Barang Dan Jasa<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Keuntungan\/bunga dari penempatan dana, investasi, atau kepemilikan saham pribadi yang berlaku umum<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Dalam Melaksanakan Pekerjaan Terkait Dengan Jabatan Dan Bertentangan Dengan Kewajiban\/Tugasnya<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Manfaat bagi seluruh peserta koperasi atau organisasi pegawai berdasarkan keanggotaan yang berlaku umum<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Dari Pejabat\/Pegawai Atau Pihak Ketiga Pada Hari Raya Keagamaan<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Seminar kit yang berbentuk seperangkat modul dan alat tulis serta sertifikat yang diperoleh dari kegiatan resmi kedinasan, seperti rapat, seminar, workshop, konferensi, pelatihanatau kegiatan lain sejenis yang berlaku umum<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Gratifikasi dalam Hukum Islam<\/strong><br>Dalam Islam, larangan menerima gratifikasi ditegaskan dalam Al-Qur\u2019an dan hadits. Adapun dalil-dalilnya yaitu:<sup data-fn=\"0cea7998-e734-45e8-bdfa-c59859787347\" class=\"fn\"><a href=\"#0cea7998-e734-45e8-bdfa-c59859787347\" id=\"0cea7998-e734-45e8-bdfa-c59859787347-link\">5<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Firman Allah <em>subhanahu wa ta\u2019ala<\/em> dalam Qur\u2019an Surah Al-Anfal ayat 27 yang artinya, \u201c<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui<\/em>.\u201d (Al-Anfal\/8: 27)<\/p>\n\n\n\n<p>Nabi <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> juga bersabda, \u201c<em>Barang siapa yang kami amanahi untuk suatu pekerjaan, lalu dia menyembunyikan (menggelapkan) sebuah peniti dan yang lebih besar dari itu, niscaya dia akan memikulnya nanti di akhirat<\/em>.\u201d (HR. Muslim No. 3415)<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan sejumlah ulama berpendapat bahwa pemberian hadiah bagi pekerja yang dikatakan oleh Nabi&nbsp;<em>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/em>&nbsp;sebagai&nbsp;<em>ghulul<\/em>&nbsp;(kecurangan\/khianat) dan mengandung unsur&nbsp;<em>risywah<\/em>&nbsp;(Gratifikasi). Sebagaimana sabda Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> yang artinya,<sup data-fn=\"a7576032-f2ef-4ccb-a110-db777e64a272\" class=\"fn\"><a href=\"#a7576032-f2ef-4ccb-a110-db777e64a272\" id=\"a7576032-f2ef-4ccb-a110-db777e64a272-link\">6<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;<em>Barang siapa yang kami pekerjakan dalam suatu pekerjaan, lalu ia mendapatkan gaji dari pekerjaan tersebut, maka apapun yang ia dapatkan (hadiah atau tips) dari pekerjaan tersebut itulah yang disebut ghulul (hadiah khianat).\u201d <\/em>(HR. Abu Daud, no. 2943)<\/p>\n\n\n\n<p>Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin <em>rahimahullah<\/em> juga menjelaskan hal ini dalam fatwanya. Beliau mengatakan,<sup data-fn=\"8f6268a8-7a43-43a1-a583-be6e52463ea0\" class=\"fn\"><a href=\"#8f6268a8-7a43-43a1-a583-be6e52463ea0\" id=\"8f6268a8-7a43-43a1-a583-be6e52463ea0-link\">7<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>\u201c<em>Hadiah bagi pekerja termasuk ghulul (pengkhianatan) yaitu jika seseorang sebagai pegawai pemerintahan, dia diberi hadiah oleh seseorang yang berkaitan dengan pekerjaannya. Hadiah semacam ini termasuk pengkhianatan (ghulul). Hadiah seperti ini tidak boleh diambil sedikit pun oleh pekerja tadi walaupun dia menganggapnya baik<\/em>.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang Pegawai Negeri ataupun Penyelenggara Negara idealnya tidak menerima pemberian apapun dari pihak lain karena dikhawatirkan gratifikasi yang diberi adalah bentuk upaya tanam budi, dan inilah suap terselubung yang tidak menutup kemungkinan adanya maksud tertentu dari si pemberi.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu pun kita yang telah menerima gaji\/upah dari negara untuk melayani masyarakat, sebaiknya menghindari pemberian berupa manfaat atau hadiah di luar itu. Sudah menjadi tugas dan kewajiban seorang Pegawai Negeri dan Penyelenggara Negara memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penutup<\/strong><br>Untuk menghindari praktik gratifikasi, penerima dalam hal ini Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara harus bisa menganalisis apakah suatu pemberian itu boleh diterima atau tidak dengan cara memperhatikan serta mengingat ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya. Yang terpenting, menumbuhkan rasa takut kepada Tuhan Yang Maha Esa, merasa selalu diawasi, menumbuhkan rasa malu untuk berbuat keburukan, berhenti mencari pembenaran atau alasan dari perbuatan korupsi sekecil apapun itu, serta menegakkan prinsip integritas dimulai dari diri sendiri.<sup data-fn=\"d0f009cb-3453-4bdd-b184-8e2f5fb5f9e1\" class=\"fn\"><a href=\"#d0f009cb-3453-4bdd-b184-8e2f5fb5f9e1\" id=\"d0f009cb-3453-4bdd-b184-8e2f5fb5f9e1-link\">8<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p>Yuk biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n<ol class=\"wp-block-footnotes\"><li id=\"b96870a6-868f-4bc5-b43e-65f3ef97cbbb\">M. Indra Furqon, \u201cGratifikasi dan Teori Rasionalisasi,\u201d Pusat Edukasi Antikorupsi, 24 Agustus 2024, https:\/\/aclc.kpk.go.id\/aksi-informasi\/Persepsi\/20240808-gratifikasi-dan-teori-rasionalisasi. <a href=\"#b96870a6-868f-4bc5-b43e-65f3ef97cbbb-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 1\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"911d100e-9599-4202-9cf7-c306c52fa559\">\u201cUndang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,\u201d Pemerintah Pusat, 2001, https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/44900\/uu-no-20-tahun-2001. <a href=\"#911d100e-9599-4202-9cf7-c306c52fa559-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 2\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"8d01b5ec-d77d-45e4-bcda-4d9edc484e40\">\u201cUndang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.\u201d <a href=\"#8d01b5ec-d77d-45e4-bcda-4d9edc484e40-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 3\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"b329a40b-174e-4a52-a11e-84a06f5984fb\">Direktorat Gratifikasi KPK, \u201cPemahaman Gratifikasi Untuk Indonesia Bebas Korupsi,\u201d <a href=\"#b329a40b-174e-4a52-a11e-84a06f5984fb-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 4\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"0cea7998-e734-45e8-bdfa-c59859787347\">Erwandi Tarmizi, <em>Harta Haram Muamalah Kontemporer<\/em> (PT Berkat Mulia Insani, 2019), 200. <a href=\"#0cea7998-e734-45e8-bdfa-c59859787347-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 5\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"a7576032-f2ef-4ccb-a110-db777e64a272\">Arif Syarifuddin, \u201cMewaspadai Bahaya Korupsi Referensi\u202f: https:\/\/almanhaj.or.id\/13632-mewaspadai-bahaya-korupsi.html,\u201d Almanhaj, diakses 29 Agustus 2025, https:\/\/almanhaj.or.id\/13632-mewaspadai-bahaya-korupsi.html. <a href=\"#a7576032-f2ef-4ccb-a110-db777e64a272-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 6\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"8f6268a8-7a43-43a1-a583-be6e52463ea0\">Muhammad Abdul Tuasikal, \u201cUang Tips dan Hadiah Khianat,\u201d Rumaysho, 23 September 2010, https:\/\/rumaysho.com\/1267-uang-tips-dan-hadiah-khianat.html. <a href=\"#8f6268a8-7a43-43a1-a583-be6e52463ea0-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 7\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"d0f009cb-3453-4bdd-b184-8e2f5fb5f9e1\">Abu Fida\u2019 Abdur Rafi\u2019, <em>TERAPI PENYAKIT KORUPSI: Dengan Tazkiyatun Nafs<\/em>, Cetakan 1 (Penerbit Republika, 2006), 70. <a href=\"#d0f009cb-3453-4bdd-b184-8e2f5fb5f9e1-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 8\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awal dari yang BesarSering kali kita menganggap sepele pemberian kecil, bukan lagi uang, pemberian dialihkan dalam bentuk yang sulit untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16849,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"[{\"content\":\"M. Indra Furqon, \u201cGratifikasi dan Teori Rasionalisasi,\u201d Pusat Edukasi Antikorupsi, 24 Agustus 2024, https:\/\/aclc.kpk.go.id\/aksi-informasi\/Persepsi\/20240808-gratifikasi-dan-teori-rasionalisasi.\",\"id\":\"b96870a6-868f-4bc5-b43e-65f3ef97cbbb\"},{\"content\":\"\u201cUndang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,\u201d Pemerintah Pusat, 2001, https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/44900\/uu-no-20-tahun-2001.\",\"id\":\"911d100e-9599-4202-9cf7-c306c52fa559\"},{\"content\":\"\u201cUndang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.\u201d\",\"id\":\"8d01b5ec-d77d-45e4-bcda-4d9edc484e40\"},{\"content\":\"Direktorat Gratifikasi KPK, \u201cPemahaman Gratifikasi Untuk Indonesia Bebas Korupsi,\u201d\",\"id\":\"b329a40b-174e-4a52-a11e-84a06f5984fb\"},{\"content\":\"Erwandi Tarmizi, <em>Harta Haram Muamalah Kontemporer<\/em> (PT Berkat Mulia Insani, 2019), 200.\",\"id\":\"0cea7998-e734-45e8-bdfa-c59859787347\"},{\"content\":\"Arif Syarifuddin, \u201cMewaspadai Bahaya Korupsi Referensi\u202f: https:\/\/almanhaj.or.id\/13632-mewaspadai-bahaya-korupsi.html,\u201d Almanhaj, diakses 29 Agustus 2025, https:\/\/almanhaj.or.id\/13632-mewaspadai-bahaya-korupsi.html.\",\"id\":\"a7576032-f2ef-4ccb-a110-db777e64a272\"},{\"content\":\"Muhammad Abdul Tuasikal, \u201cUang Tips dan Hadiah Khianat,\u201d Rumaysho, 23 September 2010, https:\/\/rumaysho.com\/1267-uang-tips-dan-hadiah-khianat.html.\",\"id\":\"8f6268a8-7a43-43a1-a583-be6e52463ea0\"},{\"content\":\"Abu Fida\u2019 Abdur Rafi\u2019, <em>TERAPI PENYAKIT KORUPSI: Dengan Tazkiyatun Nafs<\/em>, Cetakan 1 (Penerbit Republika, 2006), 70.\",\"id\":\"d0f009cb-3453-4bdd-b184-8e2f5fb5f9e1\"}]","_rishi_post_view_count":583},"categories":[25],"tags":[],"rishi__cb_customizer_meta":"","comments_count":"0","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>#SeriAntiKorupsi - Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam) - Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sering kali kita menganggap sepele pemberian kecil, bukan lagi uang, pemberian dialihkan dalam bentuk yang sulit untuk ditolak: \u201cHanya sebungkus gorengan, sekotak brownies, atau voucher belanja\u201d pikir sebagian orang. Nyatanya, argumen tersebut hanyalah bentuk rasionalisasi dan alasan pembenaran diri. Padahal, pemberian kecil ini dalam pelayanan publik bisa membuka \u2018pintu masuk\u2019 perilaku korupsi yang lebih besar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"#SeriAntiKorupsi - Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam) - Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sering kali kita menganggap sepele pemberian kecil, bukan lagi uang, pemberian dialihkan dalam bentuk yang sulit untuk ditolak: \u201cHanya sebungkus gorengan, sekotak brownies, atau voucher belanja\u201d pikir sebagian orang. Nyatanya, argumen tersebut hanyalah bentuk rasionalisasi dan alasan pembenaran diri. Padahal, pemberian kecil ini dalam pelayanan publik bisa membuka \u2018pintu masuk\u2019 perilaku korupsi yang lebih besar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-01T00:59:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-01T00:59:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Presentation-Jadikan-Korupsi-Musuh-Bersama-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"April\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"April\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/\"},\"author\":{\"name\":\"April\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/person\/4879a8f22404041ac09a21076874ab16\"},\"headline\":\"#SeriAntiKorupsi &#8211; Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam)\",\"datePublished\":\"2025-09-01T00:59:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-01T00:59:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/\"},\"wordCount\":1173,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Edukasi Hukum\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/\",\"url\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/\",\"name\":\"#SeriAntiKorupsi - Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam) - Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-09-01T00:59:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-01T00:59:50+00:00\",\"description\":\"Sering kali kita menganggap sepele pemberian kecil, bukan lagi uang, pemberian dialihkan dalam bentuk yang sulit untuk ditolak: \u201cHanya sebungkus gorengan, sekotak brownies, atau voucher belanja\u201d pikir sebagian orang. Nyatanya, argumen tersebut hanyalah bentuk rasionalisasi dan alasan pembenaran diri. Padahal, pemberian kecil ini dalam pelayanan publik bisa membuka \u2018pintu masuk\u2019 perilaku korupsi yang lebih besar.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"#SeriAntiKorupsi &#8211; Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/\",\"name\":\"Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#organization\",\"name\":\"Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara\",\"url\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Logo-kemenag.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Logo-kemenag.png\",\"width\":708,\"height\":635,\"caption\":\"Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/person\/4879a8f22404041ac09a21076874ab16\",\"name\":\"April\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0516ab83fc7610ae393286ac259b8e4a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0516ab83fc7610ae393286ac259b8e4a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"April\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\"],\"url\":\"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/author\/april\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"#SeriAntiKorupsi - Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam) - Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara","description":"Sering kali kita menganggap sepele pemberian kecil, bukan lagi uang, pemberian dialihkan dalam bentuk yang sulit untuk ditolak: \u201cHanya sebungkus gorengan, sekotak brownies, atau voucher belanja\u201d pikir sebagian orang. Nyatanya, argumen tersebut hanyalah bentuk rasionalisasi dan alasan pembenaran diri. Padahal, pemberian kecil ini dalam pelayanan publik bisa membuka \u2018pintu masuk\u2019 perilaku korupsi yang lebih besar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"#SeriAntiKorupsi - Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam) - Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara","og_description":"Sering kali kita menganggap sepele pemberian kecil, bukan lagi uang, pemberian dialihkan dalam bentuk yang sulit untuk ditolak: \u201cHanya sebungkus gorengan, sekotak brownies, atau voucher belanja\u201d pikir sebagian orang. Nyatanya, argumen tersebut hanyalah bentuk rasionalisasi dan alasan pembenaran diri. Padahal, pemberian kecil ini dalam pelayanan publik bisa membuka \u2018pintu masuk\u2019 perilaku korupsi yang lebih besar.","og_url":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/","og_site_name":"Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara","article_published_time":"2025-09-01T00:59:49+00:00","article_modified_time":"2025-09-01T00:59:50+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Presentation-Jadikan-Korupsi-Musuh-Bersama-1.png","type":"image\/png"}],"author":"April","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"April","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/"},"author":{"name":"April","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/person\/4879a8f22404041ac09a21076874ab16"},"headline":"#SeriAntiKorupsi &#8211; Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam)","datePublished":"2025-09-01T00:59:49+00:00","dateModified":"2025-09-01T00:59:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/"},"wordCount":1173,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#organization"},"articleSection":["Edukasi Hukum"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/","url":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/","name":"#SeriAntiKorupsi - Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam) - Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#website"},"datePublished":"2025-09-01T00:59:49+00:00","dateModified":"2025-09-01T00:59:50+00:00","description":"Sering kali kita menganggap sepele pemberian kecil, bukan lagi uang, pemberian dialihkan dalam bentuk yang sulit untuk ditolak: \u201cHanya sebungkus gorengan, sekotak brownies, atau voucher belanja\u201d pikir sebagian orang. Nyatanya, argumen tersebut hanyalah bentuk rasionalisasi dan alasan pembenaran diri. Padahal, pemberian kecil ini dalam pelayanan publik bisa membuka \u2018pintu masuk\u2019 perilaku korupsi yang lebih besar.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/2025\/09\/01\/seriantikorupsi-gratifikasi-kecil-yang-sering-terlupakan-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"#SeriAntiKorupsi &#8211; Gratifikasi Kecil yang Sering Terlupakan (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#website","url":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/","name":"Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#organization","name":"Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara","url":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Logo-kemenag.png","contentUrl":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Logo-kemenag.png","width":708,"height":635,"caption":"Kantor Kemenag Hulu Sungai Utara"},"image":{"@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/person\/4879a8f22404041ac09a21076874ab16","name":"April","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0516ab83fc7610ae393286ac259b8e4a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0516ab83fc7610ae393286ac259b8e4a?s=96&d=mm&r=g","caption":"April"},"sameAs":["http:\/\/kemenaghulusungaiutara.com"],"url":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/author\/april\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16835"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16835"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16863,"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16835\/revisions\/16863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenaghulusungaiutara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}